Mencari Penyelenggara Pemilu yg Berkualitas dan Berintegritas.


SULUT-Manadosatunews, Pembentukan Transisi kelembagaan pengawas pemilu yang saat ini masih ad-hoc menjadi badan pengawas pemilu permanen di tingkat kabupaten dan kota dimulai di tengah persiapan Pemilu 2019. Bawaslu RI melalui TIMSEL Bawaslu Kab kota Se Sulut untuk memilih anggota Bawaslu di 15 kabupaten dan kota.

Kelembagaan pengawas pemilu menjadi permanen merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI diberi waktu untuk mempersiapkan Bawaslu kabupaten dan kota paling lambat setahun sejak UU Pemilu disahkan pada 16 Agustus 2017. TIM SELEKSI BAWASLU KABUPATEN KOTA  akan menyiapkan menyaring nama anggota Bawaslu kabupaten dan kota dengan jumlah dua kali lipat dari kebutuhan.

Proses seleksi akan dilakukan dengan dua “jalur”. Pertama, untuk “menyaring” anggota pengawas pemilu kabupaten dan kota yang saat ini sudah terbentuk untuk perhelatan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Sementara itu, jalur kedua digunakan untuk menyeleksi calon-calon baru yang tidak sedang menjabat sebagai pengawas pemilu. Hal ini sesuai dengan UU Pemilu yg menyatakan pengawas kabupaten dan kota yang dibentuk berdasarkan UU 15/2011 (Penyelenggara Pemilu) dapat ditetapkan sebagai Bawaslu kabupaten dan kota sepanjang memenuhi syarat.

Dalam UU 15/2011 dan UU 7/2017, terdapat beberapa perbedaan syarat calon anggota pengawas pemilu. Salah satunya, batas usia minimal yang naik dari semula 25 tahun menjadi 30 tahun untuk pengawas di kabupaten dan kota. Selain itu, sesuai arahan Ketua Bawaslu RI Pak Abhan mengatakan, proses uji kepatutan dan kelayakan terhadap pengawas pemilu akan lebih berupa evaluasi terhadap kinerja selama mereka bertugas, sedikit berbeda dari calon baru.

“Kami dimintakan untuk bekerja dengan baik  agar proses seleksi berlangsung secara akuntabel, transparan, dan mendengar masukan masyarakat. Agar dengan kewenangan besar, jangan sampai diisi orang tidak berintegritas.

Pentingnya proses seleksi itu didesain sejalan dengan kebutuhan dan kewenangan baru Bawaslu kabupaten dan kota. Bawaslu melalui Timsel harus memastikan figur yang akan dipilih menjadi anggota Bawaslu di kabupaten dan kota bisa menjalankan kewenangan baru yang tidak hanya memberi rekomendasi, tetapi juga berupa putusan yang mengikat KPU di daerah.

“Maka akan dicari penyelenggara pemilu yg berkualitas dan berintegritas sehingga pelaksanaan pemilu tdk akan di kelola  orang yg tidak tepat, tidak berintegritas, tidak memiliki kompetensi, yg akan bisa membuat kisruh pemilu,”

Oleh karena itu, Timsel Bawaslu 1 Sulawesi Utara  Ketua Johnny Alexander Suak (7AS) akan melakukan seleksi anggota Bawaslu Kabupaten Kota dengan   standar kompetensi tinggi, bagi anggota Bawaslu yang permanen di kabupaten dan kota berdasarkan Hal ini, kata dia, penting untuk menghindari adanya beda pemahaman bagi tim seleksi yang akan merekerut calon anggota Bawaslu tersebut.

Terinformasi bahwa pendaftaran akan diperpanjang dari tanggal empat (4) sampai tanggal delapan (8) juli bertempat di Arya Duta hotel Manado, dikatakan JAS menjadi kewajiban bagi calon Bawaslu yang akan mendaftat agar semua syarat dan ketentuan dapat dipenuhi" ungkap pria yang loyal dengan para awak media ini.
(Resa Sky)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.