MSN,Jakarta - BPD HIPMI Sulawesi Utara meminta agar pemerintah kembali mengkaji kembali penambahan cuti lebaran sebanyak tiga hari pada 2018 ini. Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Utara Elia Nelson Kumaat menilai kebijakan punya dampak yang kurang menguntungkan untuk dunia usaha.

"Dengan bertambahnya libur akan berdampak pada dunia usaha,sehingga tolong ditinjau kembali penambahan waktu libur tersebut," ujar Ketum BPD HIPMI Sulawesi Utara Elia Nelson Kumaat kepada Manadosatunews.

Dirinya pun memberi contoh keluarga yang menggunakan Asisten Rumah Tangga akan mengeluarkan biaya ekstra jika Asisten Rumah Tangga tersebut menambah libur.
Pendapat Kumaat senada dengan Ketum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia. Ia menjelaskan, jika masa cuti diperpanjang, maka pabrik terpaksa berhenti beroperasi lebih lama. Pelabuhan juga tidak beroperasi. Padahal, perusahaan sudah memiliki komitmen pengiriman barang.

"Ini berat buat pengusaha. Hipmi minta kembalikan saja aturan cuti bersama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak perlu ada tambahan libur," ujarnya, seperti yang dikutip dari Republika.co.id, Jumat (4/5).

Bahlil juga tak setuju jika tambahan cuti bersama bersifat pilihan bagi perusahaan. Sebab, meski tak wajib, ia menilai hal itu membuka peluang bagi karyawan untuk meminta tambahan libur.

"Pemerintah tak perlu memberikan tambahan cuti. Tapi kalau ada perusahaan yang mengizinkan libur lebih lama, itu kebijakan perusahaan," ujarnya.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.