Lynda Wantania Kadis Perhubungan Prov Sulut.

Deprov-Manadosatunews, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara Lynda Wantania, membantah adanya unsur pemaksaan dalam penandatanganan  terkait Kuota taxi On Line pada beberapa pekan lalu.

“Dalam rapat tersebut tidak ada unsur pemaksaan, karena mereka (WAO) mengikuti rapat tersebut dari awal,” aku Lynda, saat diwawancarai di Sekretariat DPRD Sulut, Jumat (6/4/2018).


“Kalaupun mereka menolak itu adalah kebebasan mereka untuk menyampaikan pendapat, dan itu tidak bisa diapa-apakan. Terserah mereka, sekali lagi tidak ada unsur pemaksaan,” tegasnya lagi.

Lynda juga menambahkan, sampai saat ini belum ada kebijakan yang keluar terkait penetapan kuota tersebut. Menurut dia, kuota masih akan dikaji oleh Biro Hukum Sekretariat Daerah Sulut, sebelum ditandatangani Gubernur Sulut.

Sebagaimana diketahui, Dinas Perhubungan Sulut menggelar rapat bersama Polda, Organda, Basis Mikro, dan pihak terkait lainnya yang kompoten di bidang perancangan penetapan kuota transportasi online, di Aula Dinas Perhubungan Sulut, beberapa waktu lalu.

Menariknya, beberapa jam kemudian, Ketua Wadah Asosiasi Online (WAO) Sulut mengungkapkan bahwa mereka dipaksa menandatangani kuota 1.209 taksi online.

“Saat awal rapat yang dibicarakan itu hanya tentang perancangan saja, namun tiba-tiba secara sepihak, kami sudah dipaksa untuk menandatangani angka 1.200 kuota yang ada,” ujar Christian.

Dia mengatakan bahwa WAO Sulut menolak dengan keras hasil putusan penetapan kuota tersebut. “Kami merasa dirugikan dan sangat tidak setuju, karena dimanfaatkan pada rapat tersebut,” jelas Christian, lagi.

“Kalaupun ada pihak transportasi online lainnya yang menyetujui angka 1.200 itu, maka kami WAO Sulut menolak akan hal tersebut, karena kami sudah memberikan proposal secara resmi kepada Gubernur Sulut sesuai rancangan dan sesuai rumus yang ada dalam kementerian, yakni di angka 4.000-an,” tegasnya. (Resa Sky)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.