Manado (MSN) - Demi menjaga citra diri dan wibawa Partai, sanksi berupa Pergantian Antar Waktu (PAW) akan diberikan bagi Anggota Legislatif dari Hanura dan pemecatan dari keanggotaan Partai.

Sikap tegas ditunjukkan Partai Hanura Sulut kepada kader yang dianggap telah melanggar aturan internal, serta tidak patuh dan taat pada kebijakan Partai. Sanksi berat akan dijatuhkan buat kader bermasalah dan tak mau ikut Aturan.

DPD Hanura Sulut bahkan akan mempidanakan oknum-oknum yang menggunakan dan mengatasnamakan Hanura Sulut oleh mereka yang tidak memiliki kapasitas dalam kepengurusan.


Sanksi dan sikap tegas tersebut adalah keputusan yang diambil dalam Rapat Pleno Diperluas DPD Hanura Sulut bersama seluruh DPC se-Sulawesi Utara, Jumat (8/2/2018) di Kantor DPD Hanura Sulut, jalan Samratulangi Manado.


Ketua DPD Hanura Sulut, Jackson AW Kumaat menjelaskan bahwa kebijakan Partai adalah wajib diterapkan dan dijalankan. Termasuk sanksi yang harus diterima oleh kader yang dinilai bermasalah.


”Secara sah hasil pleno DPD Partai Hanura Sulawesi Utara memutuskan adanya penarikan Kartu Tanda Anggota (KTA) dari kader yang melakukan pembangkangan dan dianggap berlawanan dengan kebijakan partai. Hal itu, berarti menandakan bahwa kader tersebut dipecat,” jelas Kumaat.

Pria yang akrab disapa Jacko tersebut juga menambahkan bahwa Rapat Pleno juga merupakan langkah awal konsolidasi dan restrukturisasi pasca dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) disemua tingkatan sebagai peserta pemilu 2019.

”Keputusan ini diambil untuk kemajuan Partai serta kebutuhan dalam menjaga citra dan wibawa demi memajukan Partai Hanura,” tegas Jacko.

Senada dengan Jacko, Sekertaris DPD Hanura Sulut, Baso Affandi SH juga mengatakan bahwa langkah yang diputuskan bersama dengan seluruh DPC dalam pleno diperluas tersebut adalah hal yang harus disikapi dengan serius.

“Ini hal serius yang harus ditindaklanjuti. Karena itu tuntutan semua kader yang diambil lewat forum resmi Rapat Pleno. Termasuk sanksi tegas yang akan diberikan. Begitu juga bagi mereka oknum yang membawa nama dan atribut Hanura secara ilegal akan kami teruskan ke ranah hukum.” Tutur Baso Affandi SH, yang juga mantan aktivis mahasiswa ini. 

Sebelumnya DPC Partai Hanura Kota Manado memutuskan memecat dan mem PAW anggota DPRD Manado Revani Parasan. Keputusan tersebut diambil setelah melewati pembahasan rapat Pleno yang diselenggarakan di Sekretariat DPC Partai Hanura Kota Manado. 

Jendri Frans Mamahit 




Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.