Deprov-MSN, Pasca diadakannya hearing (dengar pendapat), DPRD Provinsi Sulawesi Utara kepada BPOM Sulawesi Utara, pada senin tanggal 19 lalu, terkait penemuan bahan kimia Boraks pada januari lalu, inilah kerja nyata yang dilakukan oleh kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Sulawesi Utara Rustyawaty dan Tim.


Menelisik beredarnya surat yang terpublikasi beberapa waktu lalu, mengenai penilitian dari Balai BPOM tentang mie basah yang mengandung boraks dibeberapa pasar ternama di kotamanado.

Hari ini, kamis 22/02/2018,  Balai BPOM menggelar Press Conference bertempat di kantor balai pom, guna menjelaskan secara langsung tentang surat yang di tujukan kepada gubernur.

Menurut kepala BBPOM Dra Rustyawati. pada tanggal 21 februari 2018 tim terpadu dari balai pom melakukan pengecekan langsung kembali di lapangan, dia pun langsung memberikan penjelasan mengenai hasil pengawasan penyalahgunaan bahan berbahaya boraks dalam mie basah.

BBPOM di Manado melakukan pengawasan secara rutin terhadap produk pangan. baik melalui pengawasan secara mandiri maupun pengawasan bersama dengan lintas sektor terkait dengan berpedoman pada instruksi Presiden No. 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan dan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan. Mutu dan Gizi Pangan. BBPOM di Manado dalam hal ini diberi mandate untuk mengkoordinir kegiatan pengawasan produk termasuk pangan.

Pengawasan Produk Pangan telah dilakukan dengan melalui pengawasan sebelum beredar (pre-market) dan sesudah beredar (post-market) baik oleh Badan POM (produk pangan MD/ML) maupun Pemerintah Daerah (Produk industri Rumah Tangga Pangan PIRT). Pelaksanan pengawasan pre-market bersifat preventif diantaranya melalui Sosialisasi, Bimbingan Teknis, serta Pemeriksaan Sarana. Pelaksanaan pengawasan post-market diantarnya adalah pengambilan contoh/sampling, pengujian, pemeriksaan sarana. Hasil pengawasan Post market di tindak lanjuti dengan reward/pembinaan/peringatan keras hingga pro justicia/tindakan hukum.

Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk terutama mi basah yang beredar di pasaran (post-marker vigilance) di kota Manado periode januari 2018 melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pembuatan pangan yaitu parameter Boraks, ditemukan peningkatan kandungan Boraks hingga mencapai 90%.

kami juga melakukan penelitian produk mie basah ini sudah 42 kali tahun 2017 ada 40 kali dan tahun 2018 ini sekitar dua (2) kali". katanya.

Lanjut Dia  "Tahun 2018 ini ada dua kali kejadian yang pertama bulan januari  di temukan 90% mengandung boraks, kemudian pada 21 februari kemarin kami melakukan sidak kembali di beberapa  produsen dan dari 49 sample yang kami temukan dua sample mie positif mengandung boraks". jelasnya.

Setelah menemukan adanya mie yang mengandung boraks, pada akhirnya Balai BPOM manado melakukan langkah-langkah terkait beberapa point yang sudah di jelaskan di atas diantaranya langka konkrit Melaporkan kepada Gubernur Sulawesi Utara dan berkoordinasi teknis dengan OPD terkait.
Meminta produsen mie basah untuk berkomitmen tidak menambah lagi Boraks dalam mie basah yang diproduksinya.
Bekerjasama dengan PD Pasar Kota Manado meminta komitmen kepada Pedagang Pasar untuk tidak menjual mie basah yang mengandung Boraks.
Melakukan pemeriksaan kembali ke sarana produksi dan distribusi untuk memastikan komitmen telah dijalankan dan mengambil tindakan yang diperlukan sesuai peraturan.

" Mie mengandung Boraks yang masih ditemukan di sarana produksi diambil tindakan pengamanan/penyitaan langkah-Iangkah hukum sesuai peraturan perundang-undangan ", tegas Rustiyawati

Dia juga berharap agar seluruh sektor terkait (Dinas Perindag dan Dinas Kesehatan) secara sinergi tetap melakukan pembinaan/pengawasan baik secara mandiri maupun bersama-sama melalui Tim Terpadu Pengawasan Bahan Berbahaya baik di tingkat Provinsi maupun Kab/Kota untuk tujuan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya penggunaan Bahan Berbahaya dalam pangan. (Resa Sky)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.