Manadosatunews-Deprov, Komisi IV Deprov Sulut dalam rapat evaluasi tahun 2017 dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak mengapresiasi tingginya tingkat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Sulawesi Utara.
Hal diatas disampaikan langsung Ketua ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara James Karinda SH dalam RDP Komisi IV bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Sulut, Senin (26/02/2018). Karinda menyampaikan "selama tahun 2017 kegiatan penanganan dari Dinas DP3AD sangat baik, bukti nyata berjalannya program yang ada". Kata Karinda didampingi personil komisi empat diruang rapat komisi gedung DPRD Sulut ini.
“Dengan terselesaikannya 127 kasus yang masuk dan terselesaikan semua, bukti program yang nyata yang sudah dilaksanakan. Namun kami tetap berharap di 2018 kasus-kasus seperti ini bisa berkurang dan bisa terselesaikan,” ujar Karinda.
Sementara itu, Kepala DP3AD Sulut Ir Mieke Pangkong kepada wartawan saat du wawancarai usai rapat mengajak semua pihak untuk bekerja sama dengan dinas yang di pimpinnya untuk dapat melakukan deteksi dini sehingga meminimalisir terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Masalah kekerasan perempuan dan anak bagaikan fenomema gunung es yang nampak hanya yang ada di puncak namun masalah yang paling besar justru yang ada di dalamnya, jadi semua pihak harus punya andil. Baik itu pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM yang bersangkutan dengan perempuan dan anak ” pinta Pangkong seraya mengaku jika pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menekankan masalah tersebut.
Adapun terkait 127 kasus yang masuk selama medio 2017 ke pihaknya, dijelaskan Pangkong, terdiri dari KDRT (paling banyak penelantaran), traficking dan kekerasan seksual dewasa dan anak.
“Itu semua telah teratasi secara terintegrasi karena didalam penanganan itu P2TP2 itu ada konseler didalamnya psikolog, dokter, polisi, terapis dan lainnya sehingga lebih kepada faktor pendampingan baik itu mediasi maupun advokasi. Dari 127 kasus paling besar kasus KDRT dalam hal ini penelantaran anak yang melapor,” ungkapnya
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.