Manadosatunews, Minsel - Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan menetapkan tiga tersangka dugaan  korupsi dana bantuan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat dilakukan jumpa pers, Rabu (21/02).

Dimana Kasus korupsi penyalagunaan dana yang dikucurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebesar Rp15 miliar telah menyeret dua ASN Pemkab Minsel dan satu pihak penyedia barang dan jasa

Kajari Minsel Lambok Sidabutar SH MH, menjelaskan bahwa, hasil penyelidikan dan penyidikan yang disertai dengan alat bukti, maka ditetapkannya ketiga tersangka secara sah melakukan korupsi dana siap pakai pembangunan kontruksi darurat bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan  Bencana (BNPB).


" Untuk tersangka dugaan korupsi pada proyek pembangunan konstruksi tembok ditetapkan dua oknum ASN Pemkab Minsel, HNJK dan SYP, kemudian CYAABW, penyedia barang dan jasa. Yang jelas ketiganya sudah melanggar pasal 2 dan 3 UU tindak pidana korupsi nomor 31 tahun 1999, yang sudah direvisi menjadi UU nomor 20 tahun 2001, " Jelas Sidabutar.

Dijelaskannya lagi, untuk Penetapan tersangka sudah ditandatangani dan berdasarkan proses pemeriksaan terhadap 24 saksi ditambah dari ahli politeknik Bandung yang didatangkan dari BNPB.

Diketahui anggaran 15 miliar, merupakan dana siap bencana yang disalurkan BNPB tahun 2016, untuk pekerjaan proyek sejumlah lokasi pekerjaan konstruksi darurat pembuatan tembok pemecah ombak Ranoiapo 5 miliar, serta pekerjaan konstruksi darurat pembuatan tebing di Suluun dan pembuatan tembok pengaman pantai desa Ongkaw juga pembuatan tebing pemukiman di desa Karimbow.


Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.