Manado (MSN) - Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) kali ini cukup memberi warna tersendiri. Meski baru masuk pada tahapan menetapkan siapa-siapa saja yang layak diputuskan sebagai calon Rektor Unsrat Manado, namun situasi yang terjadi di lantai 4 Rektorat Unsrat, Senin (26/2/2018) begitu memanas dan sidang sempat diskors lantaran belum ada titik temu dari perdebatan.


Menurut Sekretaris Senat Unsrat Manado, Prof Patar Rumapea yang pada saat itu sempat walk out lantaran forum menghendaki adanya voting, menyebutkan bahwa keputusan Senat yang mengambil keputusan melalui langkah voting adalah sangat terkait dengan keputusan PTUN. Misalnya, kata Rumapea, keputusan PTUN harus diberlakukan dan, tentunya dihargai.


“Yang diputuskan dalam voting itu Prof Grace Kandou yang divoting itu pernyataannya plagiat atau tidak. Mereka mau memutuskan benar tidak berdasarkan SK Rektor 1132. Sedangkan SK itu telah ditangguhkan oleh PTUN. Masa itu mau dipakai untuk,” kata Rumapea, Senin (26/2/2018).


Ditambahkan Rumapea yang adalah Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat ini bahwa sebagai warga yang baik mestinya menghargai keputusan lembaga negara.

Di kantor Rektor saat ditemui Prof Grace Kandou yang merupakan salah satu bakal calon Rektor Unsrat menuturkan kalau mekanisme diharapkan sesuai hasil keputusan pengadilan.

“Karena sudah ada keputusan sela bahwa ditangguhkan. Jadi hak saya sebagai calon Rektor jangan dijegal,” jelas Kandou.

Dikatakannya lagi pihaknya akan mengambil langkah hukum. Karena kata Kandou, dalam rapat senat telah melakukan voting keputusan terkait meloloskan salah satu bakal calon yang dituduhkan meskipun telah ada putusan PTUN.

“Perdebatan anggota Senat terkait memutuskan untuk voting sejak jam 4 sore. Dan, kita tentu akan ada langkah hukum. Namun masih mengkonslutasi dengan kuasa hukum,” tutur Kandou.

Untuk diketahui, tahapan Pilrek ini masih belum sampai pada pemilihan, namun dalam Rapat Senat Universitas Sam Ratulangi menghasilkan keputusan yang pro kontra. Alhasil, ada peserta sidang yang memilih walk out. Pembahasan yang paling banter menjadi bahan diskusi adalah terkait plagiat. 

Sebenarnya, kata Kandou SK 1132 itu otoplagiat pun tak ada. Karena itu diangagap mempublikasi ganda antara jurnal kesmas dan prosiding. Sementara katanya, ternyata prosiding tidak digunakan dalam perolehan angka kredit untuk pengusulan guru besar.

“Itu waktu sementara berporoases di bagian SDM. Telaah kembali dan melihat kembali. Sampai mereka mengatakan kenapa harus keluar SK ini. Nah, itu yang menjadi novum untuk kita menggugat,” kata Kandou.

Berbeda dengan hal itu, Ketua Senat Unsrat, Prof Janny Kusen yang juga memimpin Rapat Senat Unsrat enggan berkomentar. “Komentar belum ada. Karena masih ada berita acara rapat senat yang harus ditandatangani,” kata Kusen. (***) 


Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.