Hearing komisi III DPRD Prov Sulut dan Balai Sungai Prov Sulut.
Deprov-MSN, Tanah yang bersengketa adalah faktor utama terhambatnya pembangunan projek di mana saja terlebih khusus projek pembangunan waduk didesa Kuwil" ungkap Djidon Watania.


Kepala Balai Sungai wilayah Sulawesi Utara (Sulut) Djidon Watania menuturkan, pengerjaan proyek akan berjalan lancar jika pembebasan lahan lancar.
“Pembebasan lahan mengalami masalah karena banyak tanah yang terkait sengketa sehingga tidak bisa dibayarkan,” beber Djidon dalam hearing bersama Komisi III bidang Pembangunan DPRD Sulut, Rabu (24/1'18)
Saat ini pun, kata dia, ada tujuh bidang tanah yang berurusan dengan pengadilan.
“Kami berharap bisa segera tuntas. Tapi jika masih terus berurusan dengan pengadilan, kami akan memberlakukan sistem konsinyasi dimana harga lahan yang telah ditetapkan apraisal, uangnya kami titip di pengadilan. Nanti kalau kasusnya tuntas bisa berurusan dengan pengadilan,” terang Djidon.
Selain itu, kata Djidon, banyak penetapan harga tanah dari apraisal tidak cocok dengan harga diinginkan oleh pemilik lahan.
“Ada lahan yang sudah ditetapkan harga oleh apraisal tapi tidak diterima oleh pemilik lahan sehingga menghambat pembebasan lahan,” tambah Djidon.
Soal perkembangan pembebasan lahan, menurut Djidon sementara berjalan.
“Dari 306 hektar yang terbayar sudah mencapai 134 hektar. Yang terakhir dibayarkan Rp 53 miliar, jadi tersisa sekitar Rp 130-an miliar,” tandas dia.
Bendungan Kuil Kawangkoan ini, beber Djidon dikerjakan dalam dua paket. Yang pertama progress fisiknya sudah mencapai 16,9 persen, dan paket yang kedua mencapai 14,75 persen.
“Untuk dana yang tersedia tahun 2018 ini, paket pertama pagunya sebesar Rp 101 miliar, paket kedua Rp 124,316 miliar. Totalnya kurang lebih Rp 225 miliar,” kunci Djidon.
Rapat dipimpin ketua Komisi III Adriana Dondokambey dan dihadiri anggota Felly Runtuwene, Eddyson Masengi, Dicky Makaganasa, Yongkie Limen, Juddi Moniaga dan Bart Senduk serta jajaran Balai Sungai.
(Resa Sky)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.