Jakarta-MSN, Kepercayaan Publik yang dapat dipertanggungjawabkan Salahsatunya adalah alternatif melakukan kontrol terhadap akuntabilitas lembaga negara adalah melalui jajak pendapat publik (polling) Dalam dua jajak pendapat yang dilakukan dua lembaga yang berbeda, dan dalam kurun waktu yang berbeda, kepercayaan publik terhadap KPU lumayan relatif tinggi, ungkap Komisioner KPU-RI Hasyim Asyari kepada media ini melalui Via Ponsel khamis 14 Desember 2017.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipublikasikan pada Mei 2017, kepercayaan publik kepada KPU sebesar 80%, berada pada peringkat keempat setelah TNI, Presiden dan KPK.

Dalam kurun enam bulan kemudian, hasil jajak pendapat Poltracking Indonesia yang diumumkan pada November 2017, kepercayaan publik kepada KPU sebesar 63%, masih berada pada peringkat keempat setelah TNI, Presiden dan KPK.

Capaian kepercayaan publik kepada KPU yang relatif tinggi itu adalah modal sosial dan tantangan sekaligus. Di satu sisi capaian itu jadi bekal dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019, dan di sisi lain capaian itu adalah tantangan bagi KPU untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Kerja-kerja kepemiluan dengan mendasarkan diri kepada kerangka hukum dan kode etik penyelenggara pemilu adalah langkah strategis yang harus dipilih oleh KPU, walaupun untuk mewujudkannya tentu bukan jalan mudah.

Dukungan publik terhadap KPU dalam melayani pemilih dan peserta pemilu, tentu sangat diharapkan. Pemilu yang luber dan jurdil hanya dapat diwujudkan bila terdapat dukungan publik yang kuat terhadap KPU yang berintegritas dan profesional, Kata Asyari.

Ditempat yang lain Direktur E-MC Sulawesi Utara  Johnny Suak memberikan respon positif terhadap KPU-RI yang tetap melakukan perbaikan-perbaikan dan memberikan informasi yang cepat dan akurat sehingga E-MC dapat turut serta menyalurkan edukasi terkait Undang-undang bahkan informasi lainya". kata JAS panggilan akrab dari Direktur E-MC Sulut ini. (Resa Sky).
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Terima kasih telah membaca berita MSN.com silahkan tinggalkan komentar Anda.

Komentar yang mengandung unsur SARA / Porno dan Dapat menyinggung perasaan orang lain akan dihapus oleh redaksi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.