News Update :
Hot News »
Bagikan kepada teman!

.

Hotline redaksi : 089658861435

.

.

Buang Bua : Calon Walikota Manado Harus Hindari "ISIS"

Penulis : manadosatu redaksi on Rabu, 01 April 2015 | 12.40

Rabu, 01 April 2015

Manado (MSN) - Tampaknya para calon Walikota Manado harus lebih waspada dengan adanya ISIS namun ISIS yang dimaksud bukanlah negara Islam seperti yang saat ini sedang heboh. Tetapi kepanjangan dari Ikut Sana Ikut Sini. Demikian menurut aktivis Islam kota Manado Buang Bua kepada Manadosatunews.com 

"Harus waspada,jangan sampai merekrut tim sukses yang hanya ISIS atau Ikut Sana Ikut Sini. Tidak loyal kepada calon dan hanya memanfaatkan calon tersebut," jelas pengusaha muda ini.

Menurutnya calon kepala daerah harus jeli dalam memilih tim suksesnya karena tim sukses memiliki pengaruh penting dalam menyampaikan visi-misi serta program-programnya kepada Masyarakat yang nantinya akan Memilih nya di Pilwako nanti.

Editor : Jendri Frans Mamahit‎
komentar | | Read More...

Deklarasi Tolak ISIS,Ormas Se Sulut Pastikan Dukungan

Demi mewujudkan adanya keamanan ditengah masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), terutama menghindari munculnya tindakan radikalisme semacam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Sulut, pengurus Forum Peduli Nusantara (FPN) menggelar dialog publik, Selasa (31/3/2014) bertempat di Hotel Formosa Manado, kegiatan ini menghadirkan, KH Wahab Abdul Gafur LC, (Ketua MUI Sulut), Delmus Puneri Salim Ph.D(Dosen IAIN Manado) dan Kasdim 1309 Manado, Ikomang Suarsa sebagai narasumber.
Sementara itu, Delmus Puneri Salim selaku pembicara pertama menyentil tentang instrumen perluasan gerakan ISIS mengambil Media Sosial (internet, Twitter, dan Facebook) sebagai sarana kampanye. Menurut Delmus, warga Sulut tidak harus diusik dengan masuknya pemahaman yang membawa dampak disintegrasi sosial.
”Dengan demikian, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah harus sama-sama membantu TNI, Polri dan para intelijen dalam mengantisipasi masuknya ISIS di Sulut. Bentuk sosialisasi menangkal ISIS bisa dilakukan lewat Khutbah Jumat atau ceraham di Masjid, kalau ini dilakukan saya kira semua kita akan aman,” tegas pengajar IAIN Manado itu.
Begitupun ditambahkan KH Wahab Abdul Gani yang menjelaskan kalau ISIS ingin mendirikan negara Islam atau Khilafah al-Islamiyah. Konflik yang terjadi di Timur Tengah juga membawa dampak global terhadap pergerakan perekonomian Nasional, MUI telah mengambil langkah tegas mengeluarkan fatwa apa yang dilakukan ISIS bukanlah jihad.
‘Tentara Nasional Afganistan yang dibantu AS, belum mampu mengalahkan tentara Muzahidin di Afganistan, ini juga peristiwa penting yang harus kita telaah hingga bagaimana munculnya ISIS. Seperti itupun, organisasi Islam juga dibenci ISIS dengan tuduhan kafir. Sementara dalam pandangan Islam, misalkan dari MUI, diharamkan orang mengkafirkan. Ulama Indonesia menyepakati bahwa mereka yang berjuang di jalan ISIS bukanlah mujahid, bukan mati sahid tapi mati konyol,” kata Abdul Gani.
Penegasan juga disampaikan Kasdim Ikomang Suarsa (Perwakilan Dandim 1309 Manado) yang menilai kinerja badan Intelijen makin berat dengan adanya ISIS. Dia juga mengatakan konflik Poso menjadi bagian penting dalam pergerakan ISIS yang harus diantisipasi di Sulut. ” Kerja intelijen harus diperkuat. Poso itu merupakan luka lama, sehingga kegiatan bela Negara juga perlu dilakukan secara massif. Iya memang, sasaran empuk ISIS dalam proses perekrutan kader adalah pada anak-anak sekolah atau generasi muda,” tukas Kasdim.
Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri puluhan pimpinan Ormas, LSM, jurnalis, dan aktivis mahasiswa. Terlihat Brigade Masjid, Brigade Manguni Manado, HMI Cabang Manado, GMKI Cabang Manado, PMKRI Cabang Manado, Senat mahasiswa, KAMMI Sulut dan sejumlah aktivis lainnya. Kegiatan ini juga diselenggarakan atas wujud kerja sama beberapa media online, diantaranya Okemanado.com, Suluttoday.com, Manadosatunews.com, Topiksulut.com, dan Treveesulut.com, serta komunitas Manifesto. Dengan mengambil tema Jangan Ada ISIS di Sulawesi Utara.

Editor : Jendri Frans Mamahit
komentar | | Read More...

Spanduk Anti ISIS di Manado Hilang,Kage So Ada ISIS Stow?

Penulis : manadosatu redaksi on Selasa, 31 Maret 2015 | 16.08

Selasa, 31 Maret 2015

Manado (MSN) - Kompol Sugiyanto Kasat Bimas Polresta Manado menerangkan bahwa beberapa spanduk peringatan bahaya ISIS yang dipasang pihaknya hilang dicopot oleh orang yang tidak dikenal. Pihaknya pun segera menseriusi hal ini demi mencegah hal yang tidak diinginkan.

"Kami pasang dibeberapa lokasi agar supaya masyarakat waspada, namun ada sekitar lima spanduk hilang dicopot. Kami sudah turunkan tim untuk mengusut tuntas hal ini, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, " jelasnya.

Spanduk itu sendiri berisi himbauan dari Kepolisian untuk waspada terhadap gerakan dan paham ISIS. Spanduk dipasang dibeberapa tempat strategis dikota Manado. Hilang spanduk-spanduk ini kemudian menimbulkan kan pertanyaan apakah sudah ada ISIS di Manado? "Aw,kage so ada ISIS stow di Manado?" tanya Jafar salah satu warga Jalan Roda yang dimintai tanggapan oleh media ini.

Editor : Jendri Frans Mamahit‎
komentar | | Read More...

SI Sulut : ISIS Bukan Islam

Manado (MSN) - "Saya tegaskan bahwa sikap Syarikat Islam sudah sangat jelas terkait ISIS. Kami menolak ISIS dan jelas mereka sangat menyimpang dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin," tegas H. Azis Tegela ketua Wilayah Syarikat Islam Sulawesi Utara.

Ditambahkannya SI Sulut telah melakukan berbagai cara untuk membendung paham ISIS di Sulut, salah satunya lewat sosialisasi kepada masyarakat melalui majelis taklim yang rutin diadakan oleh Syarikat Islam Sulut. 

"Kami Sosialisasikan dan ajak masyarakat untuk tidak terpengaruh ISIS,kami lakukan hal tersebut melalui majelis taklim rutin Syarikat Islam. Agar masyarakat tahu betapa berbahayanya ajaran ISIS," tutur Tegela.

Editor : Jendri Frans Mamahit‎
komentar | | Read More...

Dr. Haz Algebra : ISISme Lebih Berbahaya Dari ISIS

Manado (MSN) - Ketua Badko HMI Sulut dan Gorontalo dr. Haz Algebra, mengatakan paham yang dianut oleh Islamic State of Iraq and al Sham atau ISIS lebih berbahaya dari pada ISIS itu sendiri. Doktrin yang dianut oleh organisasi tersebut dinilai bisa masuk dengan mudah melalui beragam cara.‎
"Jadi untuk konteks pemuda hari ini, yang perlu diwaspadai adalah virus-virus ISISisme ini. ISISisme ini sekedar istilah saja. Karena dalam penyebarannya ISISisme bisa menjelma dalam bentuk yang beragam, bisa via organisasi kepemudaan yang memiliki varian pemahaman yang dekat dengan ISIS, bisa lewat khotbah-khotbah, bisa dialog atau pertemuan yang sifatnya mendoktrin, bahkan bisa via kedekatan dan lingkungan keluarga," jelas Haz kepada Manadosatunews.com 

Dilansir dari Koran Tempo, pengamat terorisme Noor Huda Ismail mengatakan bahwa ISIS kerap menggunakan media sosial untuk melancarkan propaganda -propaganda yang bisa menarik minat generasi muda Indonesia khususnya yang saat sedang menempuh studi ditimur tengah untuk tertarik bergabung dengan ISIS.

"Banyak hal yang ditawarkan,mulai dari merasakan petualangan yang menantang dengan bisa membawa pedang dan senjata,uang dan membangun entitas sendiri berupa negara Islam. Ini yang menyebabkan para pelajar ditimur tengah tergoda dan sukarela bergabung dengan ISIS," jelas nya.

Laporan terakhir sebanyak kurang lebih 50 warga negara Indonesia telah bergabung dengan ISIS. Yang terbaru adalah Yazid Ulwan Falahuddin (19) dan Wijangga Bagus Panulat (20) dua orang siswa yang sedang menempuh pendidikan di Kayseri Turki. 

Editor : Jendri Frans Mamahit‎
komentar | | Read More...

“Deklarasi Peleburan Menjadi Satu Generasi Muda FKPPI dan FKPPI”

Caption: Baliho dalam acara Munas Keluarga Besar FKPPI tahun 2015 di Akademi Militer, Magelang.



Magelang (MSN) - Dalam acara Musyawarah Nasional Keluarga Besar FKPPI di Lembah Tidar, Akademi Militer, Magelang pada tanggal 27-29 Maret 2014 yang dihadiri oleh kader FKPPI dari seluruh Indonesia berjumlah total 3575 orang, yang terdiri dari 1092 peserta dan 2283 pendukung telah menghasilkan sebuah deklarasi yang meleburkan 2 (dua) organisasi yaitu: Generasi Muda FKPPI dan FKPPI sehingga terbentuk sebuah organisasi baru bernama Keluarga Besar FKPPI. Berikut ini naskah lengkap dari deklarasi tersebut.


"Deklarasi Peleburan Menjadi Satu Generasi Muda FKPPI dan FKPPI"


Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.


Kami Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-POLRI yang tergabung dalam Keluarga Besar FKPPI yang didirikan pada tanggal 12 September 1978, yang kemudian pada tanggal 12 September 1995 dikembangkan menjadi 2 (dua) organisasi, yaitu: Generasi Muda FKPPI sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan FKPPI sebagai Organisasi Kemasyarakatan, yang memiliki Semangat Dua Raga Satu Jiwa.


Setelah dua puluh tahun berjalannya dua organisasi ini, maka sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, dipandang perlu disatukan kembali untuk keutuhan dan kepentingan organisasi kedepan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan efektifitas pengabdian bagi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


Berdasarkan kesepakatan besama pada Rapat Koordinasi Nasional Generasi Muda FKPPI dan FKPPI di Manado tanggal 13 Februari 2015 dan hasil keputusan Munaslub Generasi Muda FKPPI dan keputusan Munas FKPPI tentang Peleburan Menjadi Satu, pada hari ini, Sabtu, tanggal 28 Maret 2015, kami Generasi Muda FKPPI dan FKPPI yang hadir di Lembah Tidar, Akademi Militer, Magelang, dengan dilandasi oleh semangat musyawarah mufakat dan semangat kebersamaan, serta didorong oleh keinginan luhur dan kesadaran sepenuhnya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan Keluarga Besar FKPPI, maka kami Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-POLRI yang tergabung dalam Keluarga Besar FKPPI bersepakat bulat:


1. Generasi Muda FKPPI dan FKPPI menjadi satu organisasi yaitu: KELUARGA BESAR FKPPI, yang selanjutnya disebut FKPPI.


2. Menetapkan Ketua Umum FKPPI, Saudara Pontjo Soetowo sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI dan Ketua Umum Generasi Muda FKPPI, Saudara Hans H. Silalahi sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI Masa Bakti 2015-2020.


3. Memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum Generasi Muda FKPPI dan Ketua Umum FKPPI untuk menyusun komposisi dan personalia Pengurus Pusat FKPPI.


4. Pembentukan Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus Rayon FKPPI akan diatur lebih lanjut melalui Petunjuk Pelaksanaan Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI dalam waktu yang sesegera mungkin.


5. Dalam rangka konsolidasi pembentukan Pengurus Daerah, Cabang dan Rayon FKPPI diberikan waktu masa transisi paling lama 3 (tiga) tahun.


6. Rumusan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang dihasilkan oleh Tim Pengarah Gabungan dari Generasi Muda FKPPI dan FKPPI yang dibentuk dalam Rapat Koordinasi  di Manado, yang telah disetujui oleh masing-masing Ketua Umum, diserahkan kepada Pengurus Pusat FKPPI untuk dilaksanakan dan disampaikan ke seluruh jajaran FKPPI se-Indonesia untuk dijadikan pedoman dalam menjalankan roda organisasi dan akan disempurnakan pada Munas tahun 2020.


Deklarasi ini dilaksanakan dengan kesadaran akan tanggung-jawab kami sebagai Putra-Putri Bangsa Indonesia yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam melanjutkan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.


Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi pengabdian dan perjuangan kita bersama.


Lembah Tidar, Akademi Militer, Magelang, 28 Maret 2015


Atas nama Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-POLRI Seluruh Indonesia.


(HP)



komentar | | Read More...

Keluarga Besar FKPPI Bersatu Kembali di Lembah Tidar

Caption: Menteri Pertahanan RI, Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu membuka secara resmi Munas FKPPI (foto atas) dan Kepala Staf TNI-AD (KASAD), Bapak Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat berdialog dengan peserta Munas FKPPI (foto bawah).



Magelang (MSN) - Lembah Tidar di Magelang telah mempersatukan kembali Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-POLRI (FKPPI). Bertempat di Akademi Militer, yang menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya para pemimpin bangsa Indonesia, akhirnya 2 (dua) organisasi yaitu: Generasi Muda FKPPI dan FKPPI melaksanakan acara Musyawarah Nasional (Munas) secara bersama-sama dengan agenda utama mempersatukan seluruh anak-anak purnawirawan serta anak-anak tentara dan polisi di seluruh Indonesia dalam wadah organisasi FKPPI.


Keluarga Besar FKPPI menggelar Munas Peleburan Dua Organisasi Generasi Muda FKPPI dan FKPPI, dimana kedua organisasi tsb bersepakat untuk melebur menjadi satu dan kembali pada semangat khitah pembentukan FKPPI tahun 1978.  Acara Munas Keluarga Besar FKPPI yang dilaksanakan di Lembah Tidar, Akademi Militer, Magelang tsb dibuka secara resmi oleh Menteri Pertahanan RI, Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari Sabtu pagi, 28 Maret 2015 dan ditutup secara resmi oleh Kepala Staf TNI-AD (KASAD), Bapak Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada hari Minggu siang, 29 Maret 2015.


Munas Keluarga Besar FKPPI yang dihadiri oleh 1092 peserta dan 2283 pendukung dengan total kader FKPPI yang hadir berjumlah 3575 orang ini merupakan kelanjutan dari Rakornas Generasi Muda FKPPI dan FKPPI yang dilaksanakan di Manado pada tanggal 13 Februari 2015. Dimana dalam Rakornas tsb, Ketua Umum FKPPI Pontjo Soetowo dan Ketua Umum Generasi Muda FKPPI Hans Silalahi sepakat untuk meleburkan kedua organisasi FKPPI menjadi satu. Dalam acara Munas tsb Panglima TNI, Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyampaikan pengarahannya yang dibacakan oleh Aster Panglima TNI, Mayjen TNI Ngakan Gde Sugiartha. Pimpinan POLRI melalui Kabaharkam Mabes Polri, Komjen Pol. Drs. Putut Eko Bayuseno SH juga memberikan pengarahan kepada seluruh peserta dan pendukung Munas FKPPI.


Ketua Panitia Pengarah Munas, Indra Bambang Utoyo mengatakan bahwa melebur jadi satunya Generasi Muda FKPPI dan FKPPI merupakan pilihan terbaik, kita ingin membuat FKPPI seperti Nahdlatul Ulama (NU) yaitu sebuah organisasi Islam besar di Indonesia. Jadi nantinya organisasi baru FKPPI yang dibentuk merupakan induk organisasi. Sementara itu, Hans Silalahi selaku Ketua Panitia Pelaksana Munas mengatakan bahwa peleburan ini nanti akan memperkuat dan mempercepat eskalasi konsolidasi dari tingkat rayon sampai pusat serta menghimpun kekuatan anak-anak tentara dan polisi kedalam FKPPI. Selain itu juga akan bersinergis dan berkomunikasi dengan Pembina (TNI-POLRI) dimana FKPPI sebagai barisan terdepan Keluarga Besar Tentara dan Polisi sebagai Penerus Amal Usaha TNI-POLRI.


Akhinya pada hari Sabtu malam, 28 Maret 2015 dihadapan seluruh peserta dan pendukung acara Munas Keluarga Besar FKPPI yang hadir dalam Rapat Pleno, Ketua Panitia Pengarah Munas, Indra Bambang Utoyo membacakan keputusan-keputusan Munas terkait peleburan dua organisasi Generasi Muda FKPPI dan FKPPI. Setelah keputusan-keputusan Munas tsb disetujui oleh seluruh peserta, dilanjutkan dengan pembacaan naskah "Deklarasi Peleburan Menjadi Satu Generasi Muda FKPPI dan FKPPI" yang dibacakan oleh dr. Makmun Djaafara dan diakhiri dengan menyanyikan lagu "Padamu Negeri Kami Berjanji, Padamu Negeri Kami Berbakti, Padamu Negeri Kami Mengabdi, Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami". (HP).

 

komentar | | Read More...

Penemuan Mayat Tanpa Identitas dipinggir jalan Hebohkan Warga Buntalo Lolak

Manado (MSN) – Warga Kecamatan Lolak (Bolaangmongondow) dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di pinggir jalan raya Desa Buntalo  dusun 1 Kecamatam Lolak. Fitria Mokoagow warga setempat mengatakan bahwa mayat ditemukan dipinggir jalan oleh beberapa warga yang sedang menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Awalnya dikira gelandangan yang sedang tidur tapi begitu didekati, lelaki yang dianggap gelandangan yang tertidur pulas ternyata sudah meninggal,” ungkap Fitria Mokoagow, Selasa (31/03).

Fitria mengatakan bahwa mayat itu di temukan sekitar jam 06:35 Wita. dan warga sekitar pun disugukan dengan berita yang tak disangka-sangka, dan menjadi tontonan warga.

KAPOLSEK Lolak AKP Dadang Sembra, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tanpa identitas tersebut. “Mayat tersebut diperkirakan berumur 40 tahunan,  Bertato Di bagian leher dan dada. saat ini Mayat masih diidentifikasi oleh Polsek dan Dokter Puskesmas Buntalo Kec Lolak, kuat dugaan Korban Tabrak Lari,” ungkap KAPOLSEK Lolak AKP Dadang Sembra.

Peliput : Mudatsir
Editor : Jendri Frans Mamahit
komentar | | Read More...

Salma Ditemukan Tewas di Sumur

Manado (MSN) - Manado digegerkan lagi dgn penemuan mayat Seorang Nenek berusia 74 thn, didalam sumur dekat rumah korban. Korban yg bernama Salma Tumenggung ditemukan oleh tetangga korban yang bernama Ibu Ena Pakaya pada pukul 19:50 Wita. 

Sebelum ditemukan, korban sempat dicari oleh keluarga dari jam 15:00 Wita. Pada saat penemuan mayat tersebut, isak tangis keluarga tak terbendung lagi karena sudah melihat jasad korban yang mengambang didalam Sumur.

Keluarga pun langsung menghubungi KORAMIL 1309-01/STB dan POLSEK Tuminting. Jenazah dievakuasi pada pukul 21:05 Wita oleh Pihak keluarga dan Aparat TNI POLRI.

Peliput : Mudatsir
Editor : Jendri Frans Mamahit‎
komentar | | Read More...

Cerita Agustina Terima Bogem Mentah Karena Tak Mau Pulang Kerumah Pacar

Manado (MSN) - Apong alias Alvon Bawotong (22)  harus menikmati dinginnya jeruji besi. Pasalnya laki-laki yang bekerja sebagai buruh bangunan ini melakukan penganiayaan terhadap Agustina Kombuan (17) pacarnya yang masih duduk di SPM 59 Palaes kecamatan Likupang Barat Minut.

Apong naik pitam karena Agustina tidak mau diajak pulang kerumah nya. Akibatnya Agustina dianiaya sehingga muka bagian pipi kiri memar san mata kiri beserta bibir korban bengkak akibat menerima bogem mentah sang pacar. Akibat perbuatannya Apong diamankan dan terancam hukuman penjara.

Peliput : Mudatsir
Editor : Jendri Frans Mamahit‎
komentar | | Read More...
 
Company Info | Hubungi Kami | Kode Etik | Term of use | Widget | Pasang Iklan | Site map
Copyright © 2013. ManadoSatuNews.com . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger