News Update :

Media Resmi PSSI Sulut

Media Resmi PSSI Sulut

Situs Berita Nasional

Siapakah Calon Presiden RI Favorit Anda?

Hot News »
Bagikan kepada teman!
Pemilu Sebentar Lagi, Jangan Lupa Salurkan Hak Politik Anda pada Tanggal 09 April 2014.

Gubernur Sulut: "Jumat Agung adalah Hakekat Iman Umat Kristiani"

Penulis : manadosatu redaksi on Sabtu, 19 April 2014 | 07.27

Sabtu, 19 April 2014

Manado (MSN) - "Jumat Agung adalah Hakekat Iman Umat Kristiani",
demikian disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Dr. S H Sarundajang ketika memberikan sambutan pada Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung di Jemaat GMIM Siloam Martadinata-Pal 2, Manado pada tanggal 18 April 2014 yang dimulai pada pukul 15.00 wita. Gubernur Sarundajang mengajak seluruh jemaat untuk melakukan introspeksi dan retrospeksi terhadap kehidupan masing-masing agar mampu memperkokoh iman percaya kepada Yesus Kristus, karena Yesus Kristus telah rela berkorban untuk menebus umat manusia.

Lebih lanjut Gubernur Sarundajang mengucapkan terima kasih kepada warga gereja yang telah mengunakan hal politiknya sehingga pelaksanaan Pemilihan Umum tanggal 9 April 2014 berlangsung dengan sukses dan mengajak seluruh warga gereja untukberpartisipasi aktif serta turut menyukseskan Pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI  pada bulan Juli 2014 mendatang. Ibadah perjamuan khudus yang dipimpin oleh Pdt. Dientje Lengkong-Nender STh ini berlangsung khidmat dan tertib.

Dalam ibadah tersebut Gubernur Sarundajang didampingi oleh isterinya Ny. Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun dan puterinya yang juga Anggota DPR RI Vanda Sarundajang bersama cucu-cucu. Turut hadir dalam Rombongan Gubernur Sulut dan ikut beribadah bersama-sama dalam kesempatan tersebut yaitu: Kepala Dinas PU Prov Sulut. Ir. Kenap, Kepala Dinas Kesehatan dr. Grace Punuh, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Ir. Joy Korah, MSi, Kepala Dinas Sosial Drs. J S J Wowor, Kepala Dinas Perhubungan Joi Oroh, SH, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Drs. Roy Mewoh, DEA dan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulut. Dra Femmy Suluh, MAP.

Sumber: Humas Pemprov Sulut


*follow twitter: @hpinst
komentar | | Read More...

Kawilarang, Panglima Yang Pernah Tampar Presiden Soeharto

Manado (MSN) - Tidak banyak rakyat Indonesia yang mengetahui bahwa mantan Presiden RI ke-2 Soeharto pernah ditampar oleh Panglimanya. Tentunya kejadian itu terjadi saat Soeharto belum berpangkat Jenderal dan menjabat sebagai Presiden RI, melainkan saat Soeharto berpangkat Letnan Kolonel (Letkol). Siapakah seorang Panglima yang berani menampar itu? Namanya Alex Evert Kawilarang, yang pada tahun 1951-1956, menjabat sebagai Panglima Komando Tentara dan Territorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar.

Bagaimana kisahnya Kolonel Kawilarang menampar Letkol Soeharto yang saat itu adalah salah seorang bawahannya? Pada tahun 1950-an, sebagai Panglima Komando Tentara dan Territorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar, Kolonel Kawilarang baru saja melapor kepada Presiden Soekarno di Jakarta bahwa keadaan di Makassar sudah aman. Namun Presiden Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah menduduki Makassar. Ternyata Brigade Mataram, pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar, telah melarikan diri ke lapangan udara Mandai.

Peristiwa tersebut membuat Kolonel Kawilarang marah besar dan segera kembali ke Makassar. Setibanya di lapangan udara Mandai, Kolonel Kawilarang langsung memarahi Komandan Brigade Mataram, Letkol Soeharto, sambil menempelengnya. Tampaknya kejadian ini begitu membekas sampai Letkol Soeharto menjadi Presiden RI. Karena saat Kolonel Kawilarang pensiun dari militer dan menjalani hidupnya sebagai wiraswasta pada akhir tahun 1960an, Kawilarang pernah mengajukan proposal untuk pendirian pabrik tepung terigu yang telah mendapat ijin dari Soemitro Djojohadikoesoemo, selaku Menteri Perindustrian dan Perdagangan saat itu. Namun akhirnya tidak jadi oleh karena ijin itu dialihkan oleh Presiden Soeharto kepada Bogasari.

Des Alwi, seorang tokoh pemuda 1945 menyebut Kawilarang sebagai seorang tentara asli yang jujur dan tidak main politik. Tindakannya menempeleng Soeharto tampaknya tidak pernah dimaafkan oleh Presiden ke-2 RI itu, sehingga sampai Kawilarang meninggal, Soeharto tidak pernah berbicara dengan bekas atasannya itu. Baru setelah Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden RI dan digantikan oleh B.J. Habibie, Kawilarang memperoleh penghargaan atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara Indonesia.

Sumber: wikipedia


*follow twitter: @hpinst

komentar | | Read More...

Berita Foto: Gio Tinggalkan Panggung Indonesian Idol 2014

Jakarta (MSN) - Dalam babak 6 Besar di ajang pencarian bakat 'Indonesian Idol 2014' yang digelar pada hari Jumat malam (18/4) hingga Sabtu dini hari (19/4) di Jakarta, akhirnya kontestan asal Kota Manado, Giofanny Elliandrian harus meninggalkan Panggung Indonesian Idol 2014. Gio, panggilan akrab ayah dua anak ini gagal meneruskan perjuangannya untuk masuk kedalam 5 Besar Indonesian Idol 2014 oleh karena hasil perolehan Vote untuk Gio melalui sms, telepon dan internet berada di posisi terbawah. (HP)


*follow twitter: @hpinst
komentar | | Read More...

Cerita Jumat Agung Walikota Manado Bersama Korban Banjir

Penulis : manadosatu redaksi on Jumat, 18 April 2014 | 22.17

Jumat, 18 April 2014

Manado (MSN) - Usai melakukan ibadah pagi Jumat Agung di jemaat GMIM Bukit Kasih Matuari Manembo-Nembo Bitung, kembali sore harinya Walikota Manado. Dr G.S Vicky Lumentut didampingi istri tercinta Ny Prof Juleyta PA Runtuwene dan anak dr Grace Pingkan Lumentut dan menantu dr Ino Rondo melakukan ibadah perjamuan di jemaat GMIM Betlehem Ranotana Weru Kecamatan Wanea yang tak lain merupakan warga korban banjir bandang 15 Januari lalu.

Ibadah perjamuan Kudus yang dipimpin Pdt Jenly Watung STh ini, berjalan khusyuk yang diikuti oleh seluruh anggota katekisasi di jemaat setempat. Saat membawakan sambutannya, Walikota Lumentut mengajak semua jemaat Berlehem Ranotana Weru untuk bisa terus bersyukur ditengah perayaan Wafatnya Yesus Kristus di kayu salib serta musibah bencana alam berupa banjir bandang yang sempat melanda pemukiman warga yang ada.

Menurut GSVL, mari jadikan moment kematian Sang Penebus Dosa ini sebagai bahan Instrospeksi diri kita manusia di tengah dunia. Pasalnya, lewat ujian dan teguran yang telah kita lewati pasca bencana 15 Januari lalu. Maka itu kiranya bisa mempertebal dan memperkuat iman kepercayaan kita kepada Yang Maha Kuasa Tuhan, sehingga kedepan semakin baik lagi dalam hidup berumah-tangga, bermasyarakat serta yang terpenting juga berinteraksi atau peduli dengan alam lingkungan yang ada di sekitar kita.

"Ujian yang diberikan Tuhan lewat bencana banjir bandang lalu, itu sudah pasti tak akan melampaui kekuatan kita manusia. Jadi mari kita introspeksi diri, dan mari terus berpegang kepada Sang Pencipta Yesus Kristus yang rela menebus dosa kita lewat mati di kayu salib," jelas GSVL.

Ditambahkannya, soal bantuan bagi warga korban bencana banjir bandang di Kota Manado. Itu seperti diketahui akan mulai disalurkan Senin (21/04) pekan depan, yakni berupa uang sewa rumah yang mengalami kerusakan berat maupun sedang. Untuk itu, warga diharapkan bisa bersabar karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung-jawab pemerintah terhadap warganya yang tertimpa musibah.

"Biaya sewa rumah bagi warga korban bencana akan segera disalurkan pekan depan, dan untuk relokasi ke tempat tinggal yang layak huni akan dilakukan secepatnya," ujar GSVL seraya mengucapkan selamat Merayakan Jumat Agung dan menyongsong Paskah.

Penulis : S. Runtuwene
Editor : Jendri Frans Mamahit

komentar | | Read More...

Alex Evert Kawilarang, Sang Pendiri Kopassus

Manado (MSN) - Pada tanggal 16 April 2014 lalu, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang merupakan kesatuan pasukan elit di lingkungan Tentara Nasional Indonesi Angkatan Darat
(TNI-AD) merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-62. Namun tak banyak orang Indonesia bahkan orang Sulawesi Utara yang tahu bahwa tokoh pendiri dari Kopassus tersebut adalah seorang laki-laki berdarah suku Minahasa, yang bernama Alex Evert Kawilarang.

Alex dilahirkan oleh sebuah keluarga militer. Ayahnya bernama A.H.H. Kawilarang, seorang mayor KNIL asal Tondano, sedangkan ibunya bernama Nelly Betsy Mogot berasal dari Remboken. Kawilarang adalah nama keluarga asli suku Minahasa dari sub-suku Toulour. Alex menempuh pendidikan dasarnya di sebuah Europeesche Lagere School (ELS), mula-mula di Tjandi, Semarang dan kemudian di Tjimahi, Jawa Barat. Selesai dari situ, ia melanjutkan ke Hogere Burger School (HBS-V) di Bandoeng, setara dengan SMP/SMA yang lamanya 5 tahun.

Selesai dari pendidikan menengahnya, Alex mengikuti jejak ayahnya dan mengikuti pendidikan militer, mula-mula di Corps Opleiding Reserve Officeren (CORO) atau Korps Pendidikan Perwira Cadangan KNIL di tahun 1940, yang dilanjutkannya ke Koninklijk Militaire Academie (KMA) atau Akademi Militer Kerajaan darurat di Bandoeng dan Garoet, Jawa Barat di tahun 1940-1942. Alex juga sempat mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando AD (SSKAD) di Jakarta.

Alex Kawilarang mengawali karier militernya sebagai Komandan Pleton Kadet KNIL di Magelang pada tahun 1941-1942. Pada tanggal 11 Desember 1945 Alex menjadi perwira penghubung dengan pasukan Inggris di Djakarta dengan pangkat Mayor. Pada Januari 1946 Alex menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Infanteri Bogor Divisi II Jawa Barat, dengan pangkat Letnan Kolonel. Tiga bulan setelah itu, pada April-Mei 1946, Alex diangkat menjadi Komandan Resimen Infanteri Bogor, dan pada bulan Agustus 1946 hingga 1947 Alex diberi kepercayaan sebagai Komandan Brigade II/Suryakencana - Divisi Siliwangi di Sukabumi, Bogor dan Tjiandjur.

Pada tahun 1948-1949, Alex Kawilarang menjabat sebagai Komandan Brigade I Divisi Siliwangi di Yogyakarta, dan pada 28 November 1948 ia juga menjabat sebagai Komandan Sub Teritorium VII/Tapanuli, Sumatera Timur bagian Selatan, lalu pada 1 Januari 1949 pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Alex pun dipercaya sebagai Wakil Gubernur Militer PDRI untuk wilayah Tapanuli dan Sumatera Timur bagian Selatan. Pada tanggal 28 Desember 1949 Alex menjabat sebagai Gubernur Militer wilayah Aceh dan Sumatera Utara merangkap Wakil Koordinator Keamanan dengan pangkat Kolonel. Pada tanggal 21 Februari 1950, Alex juga mendapatkan kepercayaan tambahan sebagai Panglima Tentara dan Territorium I/Bukit Barisan yang berkedudukan di Medan.

Pada tahun 1951-1956, Alex Kawilarang diangkat sebagai Panglima Komando Tentara dan Territorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar dan pada November tahun yang sama menjadi Panglima TT III/Siliwangi yang di kemudian hari diubah namanya menjadi Kodam III/Siliwangi. Sebelumnya pada tanggal 15 April 1950 Alex Kawilarang telah diangkat sebagai Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi. Dalam kedudukannya ini, Alex memimpin Pasukan Ekspedisi dalam Operasi Penumpasan Pemberontakan Andi Azis di Makassar, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku, dan Pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.

Pada bulan April 1952, Alex Kawilarang merintis pembentukan komando pasukan khusus TNI dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat. Kesatuan ini merupakan cikal bakal dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sekarang. Pada tanggal 10 November 1951 hingga 14 Agustus 1956, Alex Kawilarang diangkat menjadi Panglima Komando Tentara dan Territorium III/Siliwangi yang berkedudukan di Bandung.

Singkat cerita akhirnya pada tanggal 15 April 1999, Alex Kawilarang pun memperoleh pengakuan atas jasa-jasanya membentuk Kopassus. Pada peringatan hari jadi korps elit tersebut yang ke-47, Alex Kawilarang diterima sebagai Warga Kehormatan Kopassus di Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur. Sebagai tandanya, ia dianugerahi sebuah baret merah dan pisau komando.

Sumber: wikipedia


*follow twitter: @hpinst

komentar | | Read More...

Kelelahan, Ketua KPPS Ini Meninggal Saat Bertugas

Manado (MSN) - Kabar berpulangnya Drs Jetro Wirano, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Taas Kecamatan Tikala Manado Rabu (16/04) sore kemarin, langsung mendatangkan keprihatinan dan rasa duka cita yang mendalam dari Walikota Manado, Dr G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA. Tak ayal, meski berada diluar daerah dan sedang mengikuti pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta. Walikota Lumentut ketika mendengar kabar duka cita itu, langsung  menyatakan berbelangsungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Dan kepada almarhum, semoga diberi tempat yang terbaik di sisi Yang Maha Kuasa atas semua jasa-jasa dan pengabdiannya.

Dijelaskan GSVL panggilan akrab Walikota pilihan rakyat Kota Ekowisata Manado ini, kepergian almarhum ini sungguh mengejutkan pihaknya. Pasalnya, almarhum diketahui sedang menjalankan tugas dan memikul tanggung-jawab besar atas moment penting yakni pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu. Dan saat itu almarhum jatuh sakit atau pingsan, hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Oleh karena itu, dirinya selaku pimpinan di jajaran Pemkot Manado dan atas nama keluarga Lumentut Runtuwene. Menyatakan turut berduka cita yang mendalam, dan kepada keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan mengaminkan semua rancangan Tuhan yang terindah tersebut. "Kepergian almarhum Drs Jetro Wirano ini, sungguh mengejutkan dan mendatangkan duka yang mendalam. Itu karena almarhum tutup usia saat menjalankan tugas negara yakni pesta demokrasi, semoga istri dan anak yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan," ungkap GSVL.

Sementara itu, Camat Tikala, Muhamad Sofian STTP didampingi Pala Lingkungan 2, Sinyyo Tumbel menyatakan,  almarhum Drs Jetro Wirano ini meninggalkan seorang istri bernama Amelia Rangkang dengan tiga orang anak masing-masing Jemmy, Trully dan Julian Wirano. Dan almarhum yang juga penatua kolom 15 Jemaat Bukit Sion Taas Tikala ini, rencananya akan dikebumikan pada Sabtu (19/04) nanti. "Almarhum sebelumnya jatuh pingsan di TPS 4 saat menjalankan tugas saat Pileg lalu, kemungkinan almarhum kelelahan," ujar Camat Sofian.

Penulis : S. Runtuwene
Editor : Jendri Frans Mamahit

komentar | | Read More...

Berita Foto: Kamis Putih di Vatikan

Vatikan (MSN) - Misa Kamis Putih atau Perjamuan Malam Terakhir dipersembahkan Paus Fransiskus di Pusat Rehabilitasi Don Gnocchi, sebuah pusat rehabilitasi khusus untuk orangtua dan kaum difabel. Seperti tahun lalu, Paus Fransiskus tidak memimpin Misa Kamis Putih di Basilika Santo Petrus. Tahun lalu, Paus membasuh kaki para napi di sebuah penjara sedikit di luar kota Roma. Kali ini, Paus berada di antara kaum difabel dan para jompo.

Sebagai bagian dari Misa Kamis Putih, acara pembasuhan kaki merupakan simbol pelayanan, meniru tindakan Yesus yang membasuh kaki kedua belas rasulnya. Tamu yang hendak masuk ke rumah seseorang perlu membasuh kakinya terlebih dahulu, karena jalan-jalan di Yerusalem waktu itu terbuat dari tanah sehingga kaki akan berdebu dan mengotori lantai tuan rumah kalau tidak dibersihkan terlebih dahulu.

Siapa yang kemudian dijadikan sebagai '12 rasul' yang dicuci kakinya dalam Misa Kamis Putih ini? Umumnya umat paroki setempat yang dianggap 'layak' dalam artian berperan dalam kegiatan paroki, hidupnya termasuk 'lurus' dan bisa menjadi 'teladan' bagi yang lain, dan berjenis kelamin laki-laki. Pola konvensional itu seakan dilabrak habis oleh Paus tahun lalu dengan pemilihan 12 orang yang hampir semuanya bertolak belakang dari kriteria 'baku' yang umum dilakukan. Paus Fransiskus membasuh dan mencium kaki "Para Rasul" dalam Misa Kamis Putih di sebuah pusat Panti Jompo dan Kaum Difabel di Roma.

Dalam homilinya, Paus berbicara tentang teladan pelayanan Yesus. "Sebagai pengikut Kristus, hendaklah kamu mencintai satu sama lain. Jadilah 'pelayan' dalam kasih," demikian pesan Paus. "Jadilah pelayan satu sama lain. Sekarang aku akan melakukan hal yang sama. Pikirkanlah orang lain di dalam hati kita," demikian dikatakan Paus sebelum memulai upacara pencucian kaki. "Kita renungkan cinta Yesus yang meminta kita mengasihi satu sama lain. Kita pikirkan bagaimana kita bisa melayani dengan baik karena itulah yang diinginkan Yesus untuk kita perbuat."

Sumber: CNA

Photo credit: Suasana Misa Kamis Putih bersama Paus Fransiskus yang membasuh kaki "Para Rasul" terdiri dari orangtua dan kaum difabel. (Courtesy of CBS News, Time.com, FoxNews)


*follow twitter: @hpinst

komentar | | Read More...

Konser 'The Creation', Pelajaran Bagi Wakil Rakyat Terpilih

Manado (MSN) - Pada Senin (14/4) malam lalu, saya diundang khusus Tommy Yanto, menikmati konser Paduan Suara Universitas Negeri Manado (PSM Unima) di Gereja GMIM Imanuel Wanea, di Manado. Tommy Yanto sendiri adalah seorang maestro bertaraf internasional, yang sudah hampir 13 tahun ikut mendampingi lahirnya banyak kelompok paduan suara di daerah ini.

Wow. Amazing! Itulah spontan ungkapan pujian saya yang tak henti terlontar pada setiap break sesi, dari 3 sesi sajian konser selama 3 jam malam itu yang dibawakan PSM Unima dengan Tommy Yanto sebagai konduktornya. ''The Creation'' atau yang berarti Penciptaan, demikian judul konser mereka. Nama itu dipilih berdasarkan judul mahakarya musik klasik dari komposer Franz Joseph Haydn yang pernah hidup di Wina Austria dari tahun 1732-1809.

Secara apik, konser malam itu sukses menyodorkan oratorio musik paduan suara nan megah Haydn yang mengisahkan Karya Penciptaan alam semesta berdasarkan Kitab Kejadian dan Mazmur dalam Alkitab Perjanjian Lama. Mengandalkan kekuatan duet, trio, kwartet prima yang didukung kompaknya paduan suara, Tommy Yanto dan PSM Unima mampu menghipnotis para penonton, termasuk saya, sajian musik klasik berkelas nan merdu dengan gaya khas perpaduan tempo musik lambat, cepat dan menghentak bertemakan Barok.

Hipnotisme konser malam itu memuncak tatkala di sesi akhir, duet soli Rio Uguy dan Monica Raturandang, berhasil mengisahkan kekaguman dua manusia ciptaan awal Tuhan: Adam dan Eve, yang mengagumi karya baru ciptaan Tuhan. Pada momen ini, hipnotisme berupa lantunan musik menghentak dan sahut menyahut keduanya, mendadak menghantar saya jauh berpikir terhadap makna setiap peristiwa penciptaan masa kini: Bisakah kita seperti Haydn, yang antusias memaknai setiap karya Penciptaan di sekitar kehidupan kita? Tak hanya kita ikut merefleksikan Penciptaan alam semesta sebagamana tertutang di Alkitab Perjanjian Lama semata, namun juga terhadap peristiwa saat ini, masa kini, yang berlaku di sekeliling kita.

Misalnya saja terhadap Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April yang baru saja usai? Bukankah ini juga sebuah peristiwa Penciptaan? yaitu terciptanya para wakil rakyat kita di lembaga legislatif untuk 5 tahun ke depan? Seperti apakah kita memaknai kehadiran mereka?

Harus diakui, jika kita berbicara atau membahas tentang para wakil rakyat yang baru ''diciptakan'' pada setiap Pileg, maka anggapan kebanyakan dari kita langsung berubah skeptis, miring bahkan pesimis. Penyebabnya karena kita berhadapan dengan fenomena khas yang selalu muncul di setiap pra dan saat Pileg berlangsung. Yah, mulai terbebernya beragam isu aktual seperti masih banyak golongan putih (golput) yang enggan nyoblos, politik uang berupa jual beli suara hingga kecurangan saat perhitungan di tingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara), ke Kelurahan, Kecamatan hingga pleno di KPU Kota/Kab dan Provinsi diduga curang.

Walhasil, wakil rakyat yang baru tercipta ini pun kerap ''dituduhkan'' sebagai wakil rakyat yang lahir dari kualitas ''politik uang'' yang diduga telah dilakukannya selama masa pra dan saat pelaksanaan Pileg. Benarkah?

Suka atau tidak terhadap stigma buruk ini, saya kira sudah saatnya kita semua membangun komitmen kerakyatan bersama: baik itu para caleg yang sukses menjadi wakil rakyat dan rakyat sendiri. Caranya? Caleg yang kelak akan diresmikan menjadi wakil rakyat itu harus mampu membuktikan bahwa dia layak menjadi wakil rakyat yang akan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Bukan sebaliknya, berpikir berapa banyak duit rakyat yang akan saya korup sebagai dana ''pulang pokok'' selama masa kampanye sembari menikmati empuknya kursi dan sejuknya ruang dewan ber-ac, yang disertai bonus nikmatnya plesiran setiap bulan di atas pesawat menuju kota tujuan bernama ''studi banding''. Ahhh!!!

Sebaliknya, Anda dan saya, segenap masyarakat Sulut. Marilah. Kita kritisi kinerja para wakil rakyat. Dengan disuport para penegak hukum, kawan-kawan media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kelompok peduli lainnya, kita desak para wakil rakyat untuk sungguh mengutamakan kepentingan dan pergumulan rakyat lah yang harus diutamakan dan disejahterakan. Saatnya, komitmen bersama ini kita semua wujudkan untuk sebuah gerakan perubahan menuju Manado yang lebih baik lagi, dimana kebijakan yang dihasilkan di lembaga kerakyatan mampu mensejahterakan masyarakatnya dan dimana waki rakyat berpola lama: malas ngantor, korup dan gemar studi banding kita hadang bersama kehadirannya.

''Terpilih menjadi Wakil Rakyat bukanlah tujuan akhir para Caleg. Tapi mengabdi, berkarya, dan membuat perubahan jadi lebih baik, itulah tugas kita bersama!'' kata kawan saya Jemmy Asiku yang juga pengusaha sukses Sulut itu. Harapan Jemmy Asiku adalah harapan torang semua, baik sebagai warga, mapun wakil rakyat itu sendiri.

Saya terhenyak, kagum, meski menggeleng sedih. Sebab, di balik sukses konser megah ''The Creation'' malam itu, siapa sangka para personil PSM Unima justru tidak mendapat suport finansial samasekali dari lembaga yang menaunggi mereka: Rektorat Unima. Sebaliknya, mereka dengan penuh semangat harus menabung Rp100 ribu per minggu hanya untuk menghasilkan konser yang mampu mengharumkan nama besar Unima sendiri. Meski, di balik itu, konser The Creation sukses pula membawa penonton, termasuk saya, berpikir lebih jauh dan merefleksikan diri tentang makna ''The Creation'' dalam konteks kehidupan bersama di negeri tercinta ini. Bravo dan terus maju PSM Unima. Maju terus Sulawesi Utara tercinta!

Oleh: Dino Gobel, CEO Manado Magazine Group & salah seorang penggagas Gerakan Manado Bangkit


*follow twitter: @hpinst

komentar | | Read More...

Renungan Jumat Agung: Keagungan Pribadi Yesus

Manado (MSN) - Hari ini Gereja merayakan Pengenangan Sengsara Tuhan Inilah Puncak Cinta Allah, yang telah menghampakan diri-Nya, mengutus Putra-Nya hidup, sengsara sampai wafat di salib untuk menyelamatkan manusia, menyelamatkan kita semua dari kegelapan dosa. Bacaan dari Kitab Yesaya 52:13-53:12. "Ia ditikam karena kedurhakaan kita."

Beginilah firman Tuhan, "Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Seperti banyak orang tertegun melihat dia – rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi, dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi,-- demikianlah ia membuat tercengang banyak bangsa, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia! Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. Maka mereka berkata: Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan, dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering".

"Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya, sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia; dan rupanya pun tidak menarik, sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita, ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalan sendiri! Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian".

"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan, dan tipu tidak ada di dalam mulutnya. Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan, dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman, Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Ini semua sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dank arena ia terhitung di antara para pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang, dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak".

Pada Jumat Agung ini, pantaslah kita fokus pada keagungan pribadi Yesus. Tidak ada keraguan dalam bertanya "siapa yang kamu cari?" karena kemudian muncul jawaban yang berani bahwa "Akulah yang kamu cari". Dia tidak mau melibatkan pada murid-Nya dalam penderitaan yang harus ditanggung-Nya; tetapi sekaligus menunjukkan teladan, ajaran dan tanggung jawab kepada mereka. Dia mengajarkan kebenaran di tempat semua orang berkumpul dan tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi atau menyembunyikan kebenaran. Dia tegas kepada semua pemimpin dalam menyuarakan kesejatian iman dengan berkata, "Jika kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya; tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Yoh 18:23).

Marilah kita bertanya, mengapa saya lemah dan tidak berani masuk ke dalam diri? Apa yang harus kulakukan dan bagaimana caranya? Aristoteles pernah berkata, keberanian merupakan kualitas pertama manusia. Lao Tze mengatakan bahwa manusia memiliki tiga harta: cinta yang dalam, kesederhanaan dan keberanian memenangkan dunia. Dengan cinta yang dalam seseorang akan jadi pemberani. Dengan kesederhanaan seseorang akan jadi dermawan. Dengan keberanian memenangkan dunia seseorang akan menjadi pemimpin dunia.
   
Yesus kuat dan berani karena Ia tahu siapa diri-Nya, yaitu Putra Allah. Kekuatan-Nya adalah cinta akan Bapa-Nya dan tanggung jawab perutusan-Nya untuk menebus dunia. Ia berani karena ia berjalan dalam kebenaran dan percaya bahwa Bapa tidak akan meninggalkan Dia. Mari kita sadar bahwa kita putra-putri Allah. Milikilah cinta-Nya supaya punya kekuatan dan percaya bahwa Bapa selalu beserta kita. Bersama Dia, kita kuat dan berani.

Oleh: Kartolo Malau, O.Carm


*follow twitter: @hpinst

komentar | | Read More...

Keterangan PLN, Mengapa Sering Terjadi Pemadaman Listrik

Penulis : manadosatu redaksi on Kamis, 17 April 2014 | 21.28

Kamis, 17 April 2014

Manado, (MSN) - Fenomena pemadaman lampu akhir - akhir ini sangatlah meresahkan warga, kususnya diManado.

Ketika ditemui Wartawan ManadoSatuNews kepada Yarid Babisa selaku kepala wilayah Manado Pembangkit Listrik Negara (PLN), saat itu juga ia menjelaskan alasan mereka, terkait pemadaman yang ramai dan sering dikeluhkan warga.

Yarid kamis (17/04) menerangkan bahwa  pembangkit listrik milik swasta diGorontalo yang memiliki kapasitas 25 mw telah dilalap si jago merah.

"Pembangkit listrik Kapasitas 25 mw diGorontalo terbakar dan itu milik swasta," ungkap Yarid.

Tak hanya itu saja, menurut Yarid yang membuat pasokan listrik mengurang, sehingga pemadam bergilir sering terjadi dengan durasi 3 jam. Yaitu  Pembangkit Listrik Tenaga Udara (PLTU)  Amurang 1 dan 2 sedang dalam proses perbaikan.

"Dan PLTU  Amurang 1 dan 2 dalam proses perbaikan," beber Yarid 14.00 Wita.

Ketika beberapa pewarta mencoba menanyakan kapan prediksi mereka, terkait proses perbaikan pembangkit listrik swasta yang ada diProvinsi Gorontalo, Ia pun menjelaskan prediksi mereka pada Bulan Mei nanti baru ada pasokan listrik.

"Prediksi pasokan listrik yang swasta pada bulan mei nanti, dan yang diAmurang 1 dan 2 mudah mudahan akhir april sudah masuk pasokan listriknya," tegas Yarid


Penulis : S Soleman

komentar | | Read More...

Situs Resmi Pemkot Manado

 
Company Info | Hubungi Kami | Kode Etik | Term of use | Widget | Pasang Iklan | Site map
Copyright © 2013. ManadoSatuNews.com . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger